Kata Orang 90-an Zaman Keemasan Musik Indonesia, Sekarang?

Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia
Kalo Sekarang Era Ambruknya Musik Indonesia, Kapan Era Keemasan Musik Indonesia?
Kali ini Arena-muda akan share tentang keadaan industri musik kita saat ini, meskipun memeng benar kata orang bahwa Tidak Ada Yang Norak Dalam Musik.


MUSIK ITU UNIVERSAL.....MUSIK ITU BEBAS....MUSIK ITU TAK KENAL BATAS....MUSIK ITU HATI.....MUSIK ITU TENTANG JIWA.....MUSIK ITU ADALAH HIDUP......Tapi apa hanya karena alasan itu lalu kita rela menggadaikan selera musik Indonesia dan musikalitas kita kepada titik terendah?

Setiap jaman akan membawa masanya masing masing…..Setiap periode memiliki waktu dan tempatnya masing - masing. Dan setiap musik memiliki cita rasa, kualitas, dan penggemarnya masing masing.

Dan ketika kita bicara soal musik Indonesia, suka tidak suka kita harus mengakui bahwa jaman keemasan musik tanah air ada pada tahun 90an s/d sekitar tahun 2001. Ditahun tahun itulah musik Indonesia menunjukan kualitas asli musik dan Industrinya secara fenomenal, jujur, berkualitas, dan sangat berkelas.

Pada periode tahun 1990an hingga tahun 2000an, kita para pecinta musik tanah air seolah dimanjakan oleh beragam musik yang bagus yang dihasilkan oleh band yang bagus juga. Kita banyak mengenal band band Indonesia yang pada saat itu kebanyakan berkiblat kepada music musik beraliran rock, Alternative, grunge, dan Britpop.

Siapa yang tidak kenal Slank, Dewa 19, Gigi, Sang Alang, Netral, Plowers, KLA Project, Plastik, Sahara, Kubik, PAS Band, Rampak Naong, U’Camp, Five Minutes, Kidnap, Garux, Andy Liani, Bayou, Ndok, Bunga, Fifty fifty, Garby, Humania, IWA K, Jingga, Kirey, Lochness, Post Therapy, Pure Saturday, Lingua, Sket, RIF, BIP, Boomerang, Edane, Bad Apples, Bunglon, Warna, Jikustik, Humania, Singiku, Coklat, Potret, Padi, Caffein, Base Jam, Stinky, Flanela, Funky Kopral, Wong, Kahitna, Sheila On Seven, Naif, Romeo, Arwana, The Fly, Club Eighties, Protonema, Java Jive, Voodoo, TIC Band, Bragi, AIR, Jingga, Mocca, the Groove, Dan seabreg band berkualitas lainnya yang lahir di masa itu, era tahun 1990an hingga 2000an.

Semua nama band yang ane sebut di atas merupakan band yang pada saat itu adalah band yang betul betul memiliki warna, gaya, dan soulnya masing masing. Dimana meski berbeda aliran musik mereka semua sangat luar biasa. Belum lagi ditambah dengan penyanyi solo seperti Nugie, Ipang, Andre hehanusa, Rossa, Oppie Andaresta, dll.

Bahkan ketika kita bicara khusus tentang band yang beraliran rock cadas pun, kita akan disuguhi oleh banyak band beraliran rock yang sangat berkualitas. Kita ingat dengan band bernama Jet Liar, Andromedha, Power Metal, Koil, Roxx, Whizzkid, Sket, Grass rock, Elpamas, dan lain lain.


Musik Tahun 1990an dan MTV
Majunya industri musik Indonesia di masa itu tidak lepas dari pengaruh MTV sebagai stasiun TV yang khusus memutar acara musik, baik lokal maupun internasional.

Perkembangan musik mancanegara yang pada saat itu memang sedang gandrung dan cepat banyak mempengaruhi penyanyi dan band Indonesia. Sebut saja beberapa band luar negeri seperti Nirvana, Blur, All 4 One, Take That, Suede, Roxette, PULP, REM, Live, Goo goo dools, Pearl Jam, Sound Garden, Stone Temple pilot, Sonic Youth, Radio Head, Sugar Ray, Kula Shaker, Oasis, Wet Wet Wet, dan lain lainnya.

Bagaimana dengan music Indonesia tahun 2001 hingga sekarang?
Mohon maaf, jujur harus ane katakan dengan berat hati bahwa setelah era tahun 90an music Indonesia cenderung mulai masuk pada masa kehancuran yang akut. Meski ada juga beberapa penyanyi dan band baru yang juga berkualitas. Sebut saja Tompi, Keris patih, Letto, THE S.I.G.I.T, Geisha, The Milo, The Cangcuters, Upstair, Black out, Zigaz, The Virgin, Hijau Daun dan The D’Massive.

Kehancuran musik Indonesia semakin diperparah dengan lahirnya band band "karbitan" yang dimunculkan secara memaksa, instant dan yang penting masuk TV. Ditambah lagi dengan semakin maraknya boyband dan girlband yang jika kita bandingkan kualitasnya dengan band dan penyanyi tahun 90an, maka seperti kita membandingkan bumi dan langit. Bahkan kita tidak akan pernah lagi menemukan penyanyi anak anak sekelas sherina di jaman sekarang.


Penilaian ane ini bisa saja salah di mata para penggemar musik yang tidak terlalu peduli pada kualitas musik dan vocal, karena kebanyakan penyanyi dan band jaman sekarang lebih menonjolkan sisi fisik semata (ketampanan dan kecantikan wajah personilnya).

Dan yang paling memprihatinkan adalah banyak band band jaman sekarang yang sekedar ikut ikutan aliran/jenis musik yang sedang booming doang. Sebagai contoh : Ketika ada band yang sukses menyanyikan lagu jenis melayu yang mendayui dayu, maka semua akan mengikutinya. Ane tidak perlu memberikan contoh band dan penyanyi mana…..Karena ane yakin semua orang pasti faham.

Pendapat ane juga bisa saja keliru jika dinilai oleh pecinta musik yang sama sekali tidak mengerti bagaimana menikmati kualitas sound yang dihasilkan oleh sebuah gitar, bass, dan pukulan drum yang mumpuni.

Intinya, ane dan sebagian besar pecinta musik tanah air yang “waras” akan senantiasa merindukan masa masa keemasan musik Indonesia seperti tahun 90an hingga 2001……..Salam musik Indonesia.


Band Era 1990-2001:
Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia

Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia

Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia

Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia

Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia



Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia

Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia


Bandingkan dengan Band Jaman Sekarang:
 Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia






 Kata Orang Ini Zaman Keemasan Musik Indonesia


 

UPDATE INFORMASI DAN OPINI:
Ane kadang sering berpikir, apa yang salah dengan kuping orang orang jaman sekarang (saat ini)? Apakah hanya karena alasan ingin mendengar musik yang easy listening lalu mereka mengorbankan seleranya pada posisi yang sangat rendah secara musikalitas?
Ane juga kadang sering bingung, jika musik jaman sekarang hanya mengikuti selera pasar dengan membuat lagu yang (maaf) kacangan, apakah itu artinya orang orang jaman sekarang sama sekali tidak punya selera music yang bagus dibanding orang orang yang mengenal musik tahun 90an?

Bicara soal musik easy listening, seyogyanya kita harus membedah dulu apa itu musik easy listening? Setau ane di setiap jaman yang namanya musik easy listening itu selalu ada. Dan jika kita bicara music tahun 90an maka isinya relatif adalah musik yang real easy listening. Mau bukti? Coba dengarkan lagu – lagunya Mocca, Wong, Klarinet, Oppie Andaresta, Air, Flanella, Netral, dll.


UPDATE INFORMASI
Ane masih ingat betul bagaimana persaingan penyanyi dan group band tahun 90an terjadi? Banyak diantara penggemar band - band tertentu yang saling klaim bahwa band favoritnya lah yang paling terbaik (baik dalam album dan skill personilnya).

Contoh : Penggemar Dewa 19 merasa bahwa band yang diusungnya adalah band yang personilnya memiliki skill bermusik yang hebat. Mereka anggap siapa yang tak kenal Ahmad Dani sebagai seorang pencipta lagu sekaligus arranger musik. Siapa yang tak kenal Ari lasso dengan suaranya yang "ngangenin". Belum lagi klaim Baladewa soal lagu lagu Dewa 19 yang memiliki lirik yang berat dan punya khas tersendiri.

Lalu hal yang sama pun dilakukan oleh para slanker dimana para penggemar band musik asal potlot ini menganggap bahwa Slank adalah salah satu band legendaris yang lagu lagunya jujur, apa adanya, punya gaya slengean yang nyeleneh dan khas. Ditambah lagi dengan skill personilnya seperti Pay yang hebat meminkan gitar, Bongky memainkan bass, dan Indra Q yang jago meramu bunyi bunyian synthesizer, dan terakhir adalah Kaka yang memiliki suara Rock n Roll banget.

Kenyataan di atas adalah baru dua band saja, bagaimana dengan pengemar PAS band dan Netral, Sahara dan Koil? Sedangkan ada ratusan band di tahun 90an yang juga sama sama bagus dalam arti sebenarnya.

Hal semacam itulah yang justru membuat blantika dan industri musik Indonesia menjadi berkualitas luar biasa. Dimana penggemar mampu "memaksa" artisnya untuk menghasilkan album album bermutu.

Mereka para artis solo maupun band berlomba lomba dalam menelurkan album secepat mungkin hanya karena tuntutan penggemarnya. Iklim itu akhirnya memaksa stasiun televisi nasional untuk berlomba menayangkan acara acara musik yang bermutu. Jadi peran televisi di sini justru mengikuti trend bukan menciptakan trend.

Kita masih ingat acara musik seperti festival band rock alternative, festival band indie, dan pastival festival lainnya.......yang paling fenomenal adalah panggung soundadrenalin yang menghadirkan artis artis bermutu papan atas.

Lalu sekarang?
Mana ada iklim dan atmosfer seperti pada tahun 90an? Tidak ada lagi band jaman sekarang yang sekelas Dewa 19, Slank, netral, Gigi, TIC band, Flowers, Naif, Bunglon, Jingga, Lingua, Koil, THE SIGIT, Rossa, Potret, Sheila On Seven, KLA Project, Jikustik, Singiku, dan seabreg band lainnya?

Ane juga gak pernah lagi mendengar ada band jaman sekarang yang memiliki kemampuan memainkan alat musik yang bisa dibilang jago, setidaknya bisa sejajar dengan gitaris Eet syahrani misalnya, atau Abdee Negara, Pay, Andra, Bintang Balawan, dll.

Ane juga gak pernah lagi melihat penampilan band jaman sekarang yang berani tampil di panggung secara totalitas. Total dalam memainkan dan mengeksplorasi suara guitarnya, suara bassnya, gebukan drumnya, dan sentuhan tuts pianonya......

Ane juga gak pernah tau apakah masih ada penyanyi jaman sekarang yang suaranya bisa disejajarkan dengan Hengky Supit, Once, Ari lasso, Ipang, Tompi, Kaka, dll seperti kebanyakan vokalis pada tahun 90an.


Update: 
Supaya tidak terjadi salah pemahaman dalam memahami isi materi post ini, perlu ane jelaskan bahwa pesan yang ingin disampaikan lebih kepada faktor "ERA" atau masa masa emas kejayaan musik Indonesia dengan segala kekurangan dan kelebihannya. jadi bukan pada soal aliran, genre, penyanyi dan kelompok band tertentu.



Sekian postingan kali ini tentang Zaman Keemasan Musik Indonesia. Semoga bermanfaat. Salam.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/51c01a64e474b43f4700000a/ambruknya-musik-indonesia-gara---gara/

8 comments:

Yoswa Mardhikai said...

makanya kita pecinta sejati musik kudu beli karya musik Indonesia secara legal sejak sekarang supaya para pemusik terpacu membuat karya agung seperti era 90an

pewe kamkai said...

saya sependapat sekali pandangan anda yang cukup jeli , , ,
Lalu yang kita dapatkan adalah sebuah pertanyaan besar,MENGAPA ?
Lalu kita akan mulai menyalahkan penikmat musik tanah air yang berselera rendah , yang disebut musik bergenre ''melayu'' itupun tak luput dari cercaan kita,( meskipun cuma dalam hati ) ,
Tapi yang jadi pertanyaan sebenarnya , apakah ada pemusik yang punya karya yang mampu mempengaruhi selera 'pasar' musik indonesia ?

Prayoga Yo said...

bergetar hati ini membaca tulisan penulis :)

bintang timur said...

Jujur w mungkin masih terlalu muda untuk bilang semuanya......... umur w masih 20 th heheheheheh tp w denger n ngebedain antara musik sekarang sama dulu jauh beda. lebih menantang musik dulu dari pada musik sekarang....... I LIKE era 90an

bintang timur said...

saya setuju banget dengan apa yg ada di dalam pandangan di atas.
musik era 90an bnr2 musik yg paling keren dibanding dengan musik skrng.

bintang timur said...

jujur w mungkin terlalu dini untuk ikutan komen tapi w bnr2 setuju dengan ulassan di atas.
semua musik 90an keren2 gak ada matinya, musik era 2000an banyak matinya.

bintang timur said...

setuju dengan ulasan di atas

gandjar wibisana said...

yeeeeeaaaahhhh!!! fuck'n music sekarang pait menjijikan.... jual tampang ky banci
ga seperti 90an... yg penuh dengan ekspresi ciri khas masing2 tiap2 band. karna gw hidup djaman 90an.. tennage grunge ni.. dlaptop,dihandphone gw sampai saat ni cm ad mp3 music2 band era 90an kebelakang. jujur boy,TV gw pernah gw lempar pake linggis..gara2 saking bencinya dan jijiknya liat acara music yg menampilkan band2 menjijikan yg kata orang2 bernada melayu......

Post a Comment